Berlangganan Via Email

Enter your email address:

Kutim yang Menjadi Salah Satu Kawasan Rawan HIV/AIDS

Jika dari konseling awal mengharuskan pemeriksaan darah, maka darah anda akan diperiksa di laboratorium. Hasilnya bisa positif HIV bisa juga tidak. Positif maupun negatif, hasil test darah akan diberitahukan secara personal oleh konselornya di ruang tertutup.

JIKA hasilnya negatif, Alhamdulillah. Berarti anda dipastikan bebas dari HIV. Namun jika positif, tidak ada masalah, positif HIV bukan berarti kiamat. Konselor akan memberitahu bahwa orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tetap bisa hidup normal seperti orang sehat lainnya.
SELAMA ODHA melakukan pola hidup bersih dan sehat, dijaga gizinya, olahraganya, dijaga emosinya, orang yang bersangkutan tetap bisa berkarya dan bahkan berprestasi. Apalagi jika si ODHA sudah mendapatkan pengobatan Anti Retro Viral (ARV), ODHA dapat hidup sampai seumur orang normal. Kita mungkin banyak yang tahu bahwa Magic Johnson, pemain basket NBA yang tahun 1991 mengumumkan dirinya mengidap HIV, sampai sekarang masih hidup dan aktif di organisasi penanggulangan AIDS di AS. Di AS atau bahkan di Thailand, ODHA tidak malu2 menyatakan dirinya mengidap HIV dan beraktivitas layaknya orang normal.
Karena itu seandainya setelah pemeriksaan nanti keluarga atau bahkan anda sendiri ternyata positif HIV, tidak perlu panik. Konselor di Klinik VCT akan menjelaskan apa itu HIV/AIDS dan bagaimana hidup tetap sehat dan bugar walau dengan HIV.
Di tempat yang sama juga ada teman yang membantu anda menjelaskan dan memberi motivasi pengidap HIV baru agar tidak down, depresi atau stres. Sebaiknya datang bersama keluarga biar sekalian keluarga tahu apa itu HIV, bagaimana memperlakukan ODHA dan hidup bersama ODHA.
Bagi karyawan perusahaan atau pegawai negeri juga jangan khawatir. ODHA dilindungi oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 68 tahun 2004 yang melarang segala bentuk diskriminasi terhadap ODHA, apalagi memecat pengidap. Itu artinya pelanggaran terhadap peraturan Menteri, sekaligus pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM).
Tahu penyakit ini lebih dini akan jauh lebih menguntungkan baik bagi pasien maupun bagi orang-orang di sekitarnya. Biasanya pada pengidap HIV yang sudah drop kesehatannya, akan dihinggapi penyakit lainnya, seperti TBC, diare, dan lain-lainnya. Oleh sebab itu dengan tahu lebih dini, yaitu kondisi sehat dan belum drop, maka ODHA punya kesempatan untuk memperbaiki pola hidupnya agar kesehatannya jangan sampai drop. Jika sehat terus maka pemberian terapi ARV bisa ditunda atau tidak diperlukan. Namun jika kondisi kesehatan menurun sampai kondisi tertentu, terapi Anti Retro Viral (ARV) bisa mulai diberikan.
Dengan minum obat ARV secara disiplin akan membuat ODHA hidup sehat dan berkarya seperti layaknya orang sehat.
Kita tahu bahwa HIV/AIDS itu adalah penyakit menular, tapi tidak mudah menular. Tidak seperti TBC atau yang jauh lebih berbahaya, yaitu flu burung yang bakterinya menyebar melalui udara. Penularan HIV/AIDS hanya bisa terjadi jika ada pertukaran cairan tubuh tertentu dari ODHA kepada orang lainnya. Tapi, sekali tertular HIV seumur hidup bisa menulari orang lain.
Menurut Prof. Zubairi Djoerban, Sp.PD dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada Seminar HIV/AIDS Bagi Tenaga Kesehatan Se Kutim di Bukit Pelangi Sangatta tanggal 15 Desember 2010 yang lalu, pengobatan dini bagi pasien HIV/AIDS akan menekan jumlah kematian 75%, mampu menekan tertular TBC 50% dan mencegah penularan virus HIV 92%.
 Seseorang dikatakan sehat bila jumlah sel CD4 di dalam darahnya di atas 600. Sehat yang dimaksud di sini adalah mempunyai kekebalan dalam menangkal penyakit yang akan menyerang. Kurang dari itu berarti tubuh mudah terserang penyakit. Virus HIV menyerang sel CD4 sehingga jumlahnya menurun terus. (dn) to be continued.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Random Ayat Al-Qur'an