SANGATTA - Kelanjutan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batu Bara (PLTGB) semakin jelas. Sejak diambilalih Tim Likuidasi KTE, pembangunan PLTGB dilanjutkan. Hari ini komponen PLTGB yang kebanyakan berupa mesin berada di lokasi di Kabo. Sebanyak 33 kontainer komponen PLTGB siap dirangkai dan dipasang.
Sore kemarin, Tim Likuidasi KTE melihat kapal kargo yang membawa 33 kontainer. Kapal itu bersandar di Pelabuhan Marine milik KPC menunggu giliran sandar dan bongkar muatan. "Alhamdulillah komponen PLTGB sudah tiba," kata Ketua Tim Likuidasi KTE Hamzah Dahlan. Komponen itu dibawa kapal Cipta Harapan 89 Samarinda. Karena kondisi laut sedang tidak bagus, perlu waktu 5 hari perjalanan di laut.
Nantinya, untuk memberikan semangat ke seluruh pekerja, pembukaan kunci satu kontainer direncanakan akan dilakukan Bupati Kutim Isran Noor. Setelah itu, baru seluruh komponen akan dirakit.
Rabu (5/10) nanti Direktur PLN Ahmad Solihin dan rombongan akan meninjau proyek PLTGB di Kabo. Untuk diketahui, proyek ini adalah proyek percontohan di Indonesia. Proyek ini juga proyek pertama di Indonesia.
“Proyek PLTGB di Kutim ini adalah yang pertama di Indonesia. Proyek ini menggunakan bahan bakar gas dari batu bara,” katanya. Dengan begitu, menggunakan batu bara kualitas biasa saja masih bisa. Setelah PLTGB di Kabo ini tuntas dan bisa dioperasikan, proyek selanjutnya akan dikerjakan adalah PLTGB di Sulawesi. (dn)
Sore kemarin, Tim Likuidasi KTE melihat kapal kargo yang membawa 33 kontainer. Kapal itu bersandar di Pelabuhan Marine milik KPC menunggu giliran sandar dan bongkar muatan. "Alhamdulillah komponen PLTGB sudah tiba," kata Ketua Tim Likuidasi KTE Hamzah Dahlan. Komponen itu dibawa kapal Cipta Harapan 89 Samarinda. Karena kondisi laut sedang tidak bagus, perlu waktu 5 hari perjalanan di laut.
Nantinya, untuk memberikan semangat ke seluruh pekerja, pembukaan kunci satu kontainer direncanakan akan dilakukan Bupati Kutim Isran Noor. Setelah itu, baru seluruh komponen akan dirakit.
Rabu (5/10) nanti Direktur PLN Ahmad Solihin dan rombongan akan meninjau proyek PLTGB di Kabo. Untuk diketahui, proyek ini adalah proyek percontohan di Indonesia. Proyek ini juga proyek pertama di Indonesia.
“Proyek PLTGB di Kutim ini adalah yang pertama di Indonesia. Proyek ini menggunakan bahan bakar gas dari batu bara,” katanya. Dengan begitu, menggunakan batu bara kualitas biasa saja masih bisa. Setelah PLTGB di Kabo ini tuntas dan bisa dioperasikan, proyek selanjutnya akan dikerjakan adalah PLTGB di Sulawesi. (dn)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar