SANGATTA – Mobilisasi 33 kontainer berisi komponen mesin Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batubara (PLTGB) terkendala hujan. Dari 33 kontainer yang datang, baru 1 yang berada di lokasi proyek di Kabo, Sangatta Utara. Mobilisasi dilanjutkan ketika jalan masuk proyek sudah kering dan bisa dilalui truk kontainer.
Ketua Tim Likuidasi KTE Hamzah Dahlan menyatakan, kendala alam ini ditakutkan tim. “Memang saat ini kendalanya hujan,” kata Hamzah. Kelanjutan pembangunan PLTGB hanya bergantung pada cuaca saja. Seluruh komponen sudah di Sangatta dan siap diinstal.
Meskipun baru satu yang datang, tim sudah bisa bernapas lega. Pasalnya, tim dari PLN yang akan meninjau PLTGB tidak sia-sia melihat wujud kesungguhan penyelesain proyek ini. Pembukaan kunci container yang dilakukan Bupati Kutim Isran Noor, Rabu (5/10) bisa dilaksanakan.
Perjuangan tim mendatangkan 33 kontainer yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bukan hal mudah. Kontainer berada di pelabuhan sejak Mei 2010 lalu sempat tidak terurus dengan baik karena persoalan hukum yang menjerat top manajemen KTE.
Kontainer itu bahkan sempat akan dilelang karena belum dibayar pajak dan ongkos angkut serta biaya penitipan. Karena beberapa persoalan itu, biaya pembangunan membengkak cukup besar. Tak kurang dana Rp 30 miliar harus dikeluarkan. Kontainer pun harus dibeli KTE. Padahal, biasanya hanya disewakan.
Sebanyak 33 kontainer komponen PLTGB itu sendiri sudah berada di Sangatta sejak Minggu (2/10) kemarin. Komponen itu dibawa kapal Cipta Harapan 89 Samarinda. Karena kondisi laut sedang tidak bagus, perlu waktu 5 hari perjalanan di laut. (dn)
Ketua Tim Likuidasi KTE Hamzah Dahlan menyatakan, kendala alam ini ditakutkan tim. “Memang saat ini kendalanya hujan,” kata Hamzah. Kelanjutan pembangunan PLTGB hanya bergantung pada cuaca saja. Seluruh komponen sudah di Sangatta dan siap diinstal.
Meskipun baru satu yang datang, tim sudah bisa bernapas lega. Pasalnya, tim dari PLN yang akan meninjau PLTGB tidak sia-sia melihat wujud kesungguhan penyelesain proyek ini. Pembukaan kunci container yang dilakukan Bupati Kutim Isran Noor, Rabu (5/10) bisa dilaksanakan.
Perjuangan tim mendatangkan 33 kontainer yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bukan hal mudah. Kontainer berada di pelabuhan sejak Mei 2010 lalu sempat tidak terurus dengan baik karena persoalan hukum yang menjerat top manajemen KTE.
Kontainer itu bahkan sempat akan dilelang karena belum dibayar pajak dan ongkos angkut serta biaya penitipan. Karena beberapa persoalan itu, biaya pembangunan membengkak cukup besar. Tak kurang dana Rp 30 miliar harus dikeluarkan. Kontainer pun harus dibeli KTE. Padahal, biasanya hanya disewakan.
Sebanyak 33 kontainer komponen PLTGB itu sendiri sudah berada di Sangatta sejak Minggu (2/10) kemarin. Komponen itu dibawa kapal Cipta Harapan 89 Samarinda. Karena kondisi laut sedang tidak bagus, perlu waktu 5 hari perjalanan di laut. (dn)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar