SANGATTA. Banyak contoh di
luar daerah yang berhasil dalam
memberdayakan Badan Usaha
Milik Desa (Bumdes). Salah satu
yang mulai menampakkan hasil
adalah Bumdes Sangatta
Selatan. Karena itu, Bumdes
Perlu digalakkan di kecamatan.
Salah satu Camat yang
menyatakan siap menggalakkan
Bumdes adalah Camat Muara
Ancalong M Syafranuddin.
Menurutnya, semua desa di
wilayahnya dalam tahun ini
sudah mendirikan Bumdes.
Menurutnya Bumdes
dimaksudkan untuk mewujud
penguatan perekenomian desa,
membuka peluang usaha bagi
desa termasuk lapangan kerja
dan dapat menambah
Pendapatan Asli Desa (PAD).
Disebutkan, pembentukan
Bumdes di Jawa ternyata
berhasil mengangkat
perekonomian desa. "Hasil
jelajah saya di internet, ternyata
banyak sudah desa-desa yang
mampu mengembangkan
usaha pedesaan sehingga
berdampak signifikan terhadap
ekonomi serta APB Desa,"
katanya.
Karena itu, di Muara Ancalong
bisa digalakan paling tidak
dengan usaha yang layak
dikembangkan sesui dengan
potensi desa setempat. Diakui,
salah satu potensi yang kini
dilirik untuk usaha Bumdes
adalah sarang walet. Karena itu,
pihaknya sudah mengirim surat
ke semua kepala desa dan BPD
untuk memprogramkan
pembangunan rumah sarang
walet.
"Saya berharap semua delapan
desa di wilayah saya punya
Bumdes yang mengelola sarang
burung walet. Tapi tidak
menutup kemungkinan untuk
bidang usaha lainnya seperti
pengadaan sembako, alat
pertanian dan peternakan yang
juga cukup menjanjikan,"
jelasnya.
Mantan Kabag Humas Kutim ini
optimis jika semua desa
mempunyai Bumdes dan
dikelola professional mampu
menjadi sumber pendapatan
desa. Untuk pembiayaan tahap
I, bisa menggunakan Alokasi
Dana Desa (ADD) setelah
berkembang Bumdes akan
menjadi sumber pendapatan
desa.
"Karenanya, pengelola Bumdes
harus orang-orang yang ahli
dibidangnya dan punya
semangat untuk membangun
Bumdes termasuk desanya,"
katanya.
Sementara itu Suardi, Kepala
Desa Long Poq Baru Kecamatan
Muara Ancalong mengaku
mendukung rencana
pembentukan Bumdes. "Kami
sering mendapat arahan camat
dalam pembentukan Bumdes
hanya dasar pembentukannya
berupa Perda Kutim belum ada.
informasi yang kami dapat
sudah dikeluarkan Perbup
namun belum disosialisasikan,"
katanya.
Ditanya kegiatan yang akan
digalakan, Suardi mengaku
cukup banyak namun
disesuaikan kemampuan
anggaran desa. Suardi yang
tercatat PPL Perkebunan Kutim
ini, menambahkan selain
pertanian dan perkebunan,
perikanan juga layak menjadi
garapan Bumdes.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar